Menggagas Hak Imunitas Kolaborasi KY RI dan UNRI dalam Diskusi Publik Perubahan UU KY
Rabu, 13-09-2023 - 21:38:54 WIB
Foto : Ketua Komisi Yudisial RI, Prof Amzulian Rifai SH LLM PhD (tengah) bersama Dekan Fakultas Hukum UNRI dan Para Nara Sumber Kunci dalam diskusi Publik Revisi UU KY
TERKAIT:
   
 

PEKANBARU - Halaman parkir gedung Rektorat Universitas Riau pagi tadi, Rabu, (13/09/2023), dipenuhi mobil berbagai merk. Tuan rumah, Universitas Riau, bersama Komisi Yudisial Republik Indonesia (KY RI) tengah mengadakan diskusi publik dengan tema “Penguatan Komisi Yudisial Melalui Advokasi Perubahan Rancangan Undang-Undang Komisi Yudisial Nomor 22 Tahun 2004.”


Kurang dari sepekan sebelumnya, Sekretaris Jenderal KY RI, Arie Sudihar sudah menyebarkan undangan ke pelbagai khalayak, mulai dari pemangku kebijakan hingga media dan organisasi media, organisasi masyarakat sipil, hingga kampus dan civitas akademisi. KY RI berharap, dengan menyebar undangan ke banyak pihak tersebut, sasaran dan tujuan membesut acara ini bisa terwujud.


Ketua KY RI, Prof. Amzulian Rifai, SH, LLM, PhD, saat menjadi key speaker menyampaikan, KY saat ini merancang pembentukan kantor perwakilan di daerah. Selama ini, KY hanya memiliki kantor penghubung di 20 provinsi dimana tidak memungkinkan untuk memiliki aset dan kantor sendiri, serta harus mengawasi ribuan hakim di seluruh Indonesia.


“Dengan nanti dibentuknya kantor perwakilan, maka KY daerah dapat memiliki aset sendiri dan kewenangan yang lebih besar. Hal ini dimaksudkan agar dapat mengoptimalkan peran dan fungsi KY di daerah. Karena ada delapan ribu lima ratus lebih hakim yang harus diawasi oleh KY di seluruh Indonesia,” ujarnya.


“Kalau bicara tentang undang-undang, hampir semua peraturan perundang-undangan itu tidak mampu mengikuti perkembangan masyarakat yang dinamis. Pada waktu tertentu, ia pasti tertinggal. Tentu kita tidak mampu memprediksi masyarakat yang dinamis.


termasuk undang-undang Komisi Yudisial. Oleh sebab itu, akan diadakan revisi,” lanjut Profesor yang pernah menjabat sebagai Ketua Ombusdmen RI itu.


Salah satu yang akan diusulkan dalam revisi UU KY nantinya perihal hak imunitas. Karena, dalam melaksanakan tugasnya, anggota KY perlu mendapat perlindungan hukum. Pernah ada peristiwa sebelumnya, seorang komisionir KY yang menjadi tersangka. 


“Susah saya membayangkan, seorang pengawas yang menjalankan tugasnya, mengomentari orang yang diawasinya, jadi tersangka. Itu tentu tidak baik bagi lembaga seperti Komisi Yudisial. Maka kita mengusulkan adanya hak imunitas,” terangnya.


Profesor yang banyak menghabiskan pendidikan tingginya di luar negeri itu mencontohkan Ombudsman yang punya imunitas. “Pasal 10 Undang-Undang Ombudsman 37 tahun 2008 menyebutkan, dalam menjalankan tugasnya Ombudsman tidak dapat diinterogasi dan tidak dapat dituntut di muka pengadilan. Ini penting, kalau tidak kita dilaporkan orang dan sibuk menjawab soal laporan masyarakat karena ada yang terganggu dengan tugas kita. Oleh karena itu, kita mengusulkan itu,” jelasnya.


Selain itu, KYRI juga mengajukan permintaan untuk penambahan pegawai eselon 1 di lembaganya. Hal ini diharapkan dapat mempermudah kinerja administratif KY RI yang saat ini hanya memiliki satu pegawai eselon 1, yaitu Sekretaris KY RI. "Dalam rangka memenuhi tugas-tugas yang semakin kompleks, kami membutuhkan penambahan sumber daya manusia di level tersebut,'' pungkasnya.


Diskusi publik yang dihadiri tak kurang dari seratusan peserta ini juga menjadi ajang untuk mengumpulkan masukan nyata dari berbagai pihak terkait perubahan UU Yudisial Nomor 22 tahun 2004. Beberapa peserta menyampaikan masukannya terkait dinamika tugas dan fungsi KY RI dalam pengawasan hakim dan peradilan.


Adapun narasumber kunci yang hadir memaparkan materi dan menjawab pertanyaan peserta yang hadir yaitu, Wakil Badan Legislasi DPR RI, H. Abdul Wahid, S. Pdi, M. Si, dan Dr. Dodi Haryono, S. Hi, SH, MH. Acara berlangsung hingga tengah hari, dan ditutup dengan berfoto dan makan siang bersama.(Sugi)


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 




 
Berita Lainnya :
  • Resmi Dilantik Sebagai Pj Bupati, Hambali Siap Membangun Kabupaten Kampar Lebih Baik
  • 22 dari 25 Propemperda Direncanakan Akan Diproses pada 20 November 2023
  • Masyarakat Antusias Saksikan Pesta Rakyat pada Festival Pesona Aekhula
  • 6 Tahun Buron, Pelaku Pembunuhan Warga Aceh Timur Akhirnya Diringkus Polisi
  • Personil Lantas Sei Kijang Sosialisasikan Program Bung Selamat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Resmi Dilantik Sebagai Pj Bupati, Hambali Siap Membangun Kabupaten Kampar Lebih Baik
    02 22 dari 25 Propemperda Direncanakan Akan Diproses pada 20 November 2023
    03 Masyarakat Antusias Saksikan Pesta Rakyat pada Festival Pesona Aekhula
    04 6 Tahun Buron, Pelaku Pembunuhan Warga Aceh Timur Akhirnya Diringkus Polisi
    05 Personil Lantas Sei Kijang Sosialisasikan Program Bung Selamat
    06 Mantap, Pemkab Siak Kembali Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian ke-13 Dari BPK RI
    07 Disdikbud Bulukumba Rombak Pelayanan, Tak Ada Lagi Guru Tinggalkan Sekolah
    08 Eks Wakil Ketua DPRD Pelalawan H. Supriyanto,SP Maju di Pilkada 2024
    09 Yose Indrawan Nyatakan Siap Bertarung di Pilkada Pelalawan
    10 Sebanyak 15 Goni Pakaian Bekas Layak Pakai Akan di Sumbangkan IKA LIBEL untuk Korban Bencana Alam Sumbar
    11 BOS Media Daftar Cagub Pilkada Sumut
    12 Festival Pesona Aekhula, Event Strategis Promosikan Potensi Daerah
    13 Cegah Pungli, Polsek Bandar Sei Kijang Gencar Lakukan Patroli
    14 68 Warga Lesung Batu Muda, Terima BLT Tahap I Tahun 2024
    15 Akses Vital Rusak, PT. Rapp Kerahkan Subkontraktor Timbun Jalan Berlubang, Inikah Solusinya?
    16 Anugrah Politisi Berpotensi, DR Tartib Masuk Nominator JMSI Riau Award 2024
    17 Warga Keluhkan SPBU No. 24-332-86 Diduga Banyak Pemotor Lakukan Pengisian untuk Diperjualbelikan
    18 Bupati Nias Barat Melantik Kembali 25 ASN pada Jabatan Administrator, Pengawas dan Fungsional
    19 Kadis Perhubungan Aceh Timur Tegaskan Layak Angkut untuk Jalan Lintas Kecamatan 10,2 Ton
    20 Mau Punya Momongan, Danang DA Minta Istri Rehat Praktik Kedokteran
    21 12 Kamar Pondok Pesantren Dalilul Qoirot di Lalap Sijago Merah, Santri Jadi Korban
    22 Polsek Bandar Sei Kijang Lakukan Patroli Rutin Antisipasi C3
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Busernews24.com | Situs Berita Aktual Terpercaya