Richisandi Sibagariang kembali Hentikan Perkara Berdasarkan Restorative Juctice
Rabu, 15-05-2024 - 10:13:00 WIB
Foto : Sidang Penghentian Perkara
TERKAIT:
   
 

GUNUNGSITOLI - Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, Sumatra Utara kembali melakukan Penghentian Perkara Berdasarkan Keadilan Restoratif (Restorative Juctice) pada Selasa, (14/04/2024).


Tidak henti-hentinya Richisandi Sibagariang, S.H. (Jaksa Humanis) pada Kejaksaan Negeri Gunungsitoli bertindak selaku Jaksa Fasilitator memfasilitasi perdamaian antara Tersangka dengan Korban.


Adapun kali ini perkara yang berhasil dihentikan penuntutannya berdasarkan Keadilan Restoratif (Restorative Juctice) yakni an. Tersangka Melishoki Hura Alias Ama Riska yang melakukan tindak pidana “Pengancaman” melanggar Pasal 335 Ayat (1) Ke-1 KUHP. Perdamaian tersebut berhasil difasilitasi tanpa adanya syarat tertentu yang harus dipenuhi oleh tersangka kepada korban.


Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli Parada Situmorang,S.H., M.H melalui Kasi Pidum Bowoaro Gulo,S.H mengatakan tercatat bahwa sampai dengan bulan Mei tahun 2024, Jaksa Fasilitator tersebut telah berhasil memfasilitasi perdamian antara Tersangka dengan Korban sebanyak 6 (enam) perkara tindak pidana mencakup tindak pidana Pengancaman, Penganiayaan dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).


"Keberhasilan tersebut mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya dimana pada tahun 2023 Jaksa Fasilitator Richisandi Sibagariang, S.H berhasil memfasilitasi perdamian antara Tersangka dengan Korban sebanyak 4 (empat) perkara," ujar Kasi Pidum Bowoaro Gulo,S.H


Hal tersebut juga mendapat apresiasi dari Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dimana sampai dengan bulan April 2023, Kejaksaan Negeri Gunungsitoli memperoleh peringkat pertama yang berhasil melakukan Penghentian Perkara Berdasarkan Keadilan Restoratif (Restorative Juctice) terbanyak di Wilayah Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.


Adapun penerapan Penghentian Perkara Berdasarkan Keadilan Restoratif (Restorative Juctice) tersebut dilakukan dengan mengacu pada Peraturan Jaksa Agung (PERJA) No. 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif, dimana terdapat beberapa syarat-syarat yang harus dipenuhi agar suatu perkara dapat dilakukan Penghentian Penuntutannya yakni:


1. Tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana
2. Tindak pidana ringan yang hanya diancam dengan pidana denda atau diancam dengan pidana penjara tidak lebih dari 5 (lima) tahun
3. Tindak pidana dilakukan dengan nilai barang bukti atau nilai kerugian yang ditimbulkan akibat dari tindak pidana tidak lebih dari Rp2.500.000.00 (dua juta lima ratus ribu rupiah).


Apabila syarat-syarat tersebut diatas terpenuhi, maka Jaksa Penuntut Umum akan bertindak selaku Jaksa Fasilitator mengundang/memanggil Tersangka dan Korban serta Tokoh Masyarakat untuk memfasilitasi perdamaian antara Tersangka dengan Korban dengan tujuan bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula kepada Korban dengan tidak mengedepankan pembalasan.


Upaya yang dilakukan oleh Jaksa Fasilitator tersebut selaras dengan adanya Kebijakan Jaksa Agung Republik Indonesia dalam menjawab keresahan masyarakat tentang “hukum tajam ke bawah, namun tumpul ke atas” serta pesan Jaksa Agung yang mengatakan “Rasa keadilan itu tidak ada dalam KUHP ataupun KUHAP melainkan ada dalam hati nurani Jaksa. (Agus T. Daely).



(Sumber : Kejaksaan Negeri Gunungsitoli)




 
Berita Lainnya :
  • Resmi Dilantik Sebagai Pj Bupati, Hambali Siap Membangun Kabupaten Kampar Lebih Baik
  • 22 dari 25 Propemperda Direncanakan Akan Diproses pada 20 November 2023
  • Masyarakat Antusias Saksikan Pesta Rakyat pada Festival Pesona Aekhula
  • 6 Tahun Buron, Pelaku Pembunuhan Warga Aceh Timur Akhirnya Diringkus Polisi
  • Personil Lantas Sei Kijang Sosialisasikan Program Bung Selamat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Resmi Dilantik Sebagai Pj Bupati, Hambali Siap Membangun Kabupaten Kampar Lebih Baik
    02 22 dari 25 Propemperda Direncanakan Akan Diproses pada 20 November 2023
    03 Masyarakat Antusias Saksikan Pesta Rakyat pada Festival Pesona Aekhula
    04 6 Tahun Buron, Pelaku Pembunuhan Warga Aceh Timur Akhirnya Diringkus Polisi
    05 Personil Lantas Sei Kijang Sosialisasikan Program Bung Selamat
    06 Mantap, Pemkab Siak Kembali Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian ke-13 Dari BPK RI
    07 Disdikbud Bulukumba Rombak Pelayanan, Tak Ada Lagi Guru Tinggalkan Sekolah
    08 Eks Wakil Ketua DPRD Pelalawan H. Supriyanto,SP Maju di Pilkada 2024
    09 Yose Indrawan Nyatakan Siap Bertarung di Pilkada Pelalawan
    10 Sebanyak 15 Goni Pakaian Bekas Layak Pakai Akan di Sumbangkan IKA LIBEL untuk Korban Bencana Alam Sumbar
    11 BOS Media Daftar Cagub Pilkada Sumut
    12 Festival Pesona Aekhula, Event Strategis Promosikan Potensi Daerah
    13 Cegah Pungli, Polsek Bandar Sei Kijang Gencar Lakukan Patroli
    14 68 Warga Lesung Batu Muda, Terima BLT Tahap I Tahun 2024
    15 Akses Vital Rusak, PT. Rapp Kerahkan Subkontraktor Timbun Jalan Berlubang, Inikah Solusinya?
    16 Anugrah Politisi Berpotensi, DR Tartib Masuk Nominator JMSI Riau Award 2024
    17 Warga Keluhkan SPBU No. 24-332-86 Diduga Banyak Pemotor Lakukan Pengisian untuk Diperjualbelikan
    18 Bupati Nias Barat Melantik Kembali 25 ASN pada Jabatan Administrator, Pengawas dan Fungsional
    19 Kadis Perhubungan Aceh Timur Tegaskan Layak Angkut untuk Jalan Lintas Kecamatan 10,2 Ton
    20 Mau Punya Momongan, Danang DA Minta Istri Rehat Praktik Kedokteran
    21 12 Kamar Pondok Pesantren Dalilul Qoirot di Lalap Sijago Merah, Santri Jadi Korban
    22 Polsek Bandar Sei Kijang Lakukan Patroli Rutin Antisipasi C3
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Busernews24.com | Situs Berita Aktual Terpercaya